Langsung ke konten utama

Postingan

Motivasi Anak Menghafal Al Qur’an Dengan Wisuda Khotmul Qur'an JAKARTA  - Sebanyak 60 siswa-siswi Sekolah Tahfidz Alquran Zamzam Rahmah Kecamatan Kemayoran Kota Jakarta Pusat mengikuti Ujian Terbuka dan Khotmul Qur'an ke III dengan tema "Dengan Al Qur'an Kita Raih Kemuliaan Dunia Akhirat", di Gd Auditorium Rumah Sakit Islam, Sabtu ( 27/4). Muhammad Iqbal, sebagai koordinator Pendidikan Al Islam sekaligus ketua panitia kegiatan Khotmul Qur'an melaporkan bahwa siswa -siswi yang akan diwisuda mulai dari kelas  PAUD sampai kelas Madrasah Diniyah dengan kategori tahfidz juz 30 sebanyak 30 anak, tahfidz juz 30 plus surat-surat pilihan delapan anak, tahfidz juz 10 plus khossoh 5 anak, tahfidz dua juz, 10 anak, dan tahfidz 2 juz, 5 anak dengan surat pilihan arrohman,alwaqiah,dan almulk. "Tujuan diadakan ujian terbuka dan wisuda khotmul qur'an ini untuk  memotivasi anak-anak dan wali murid agar lebih giat membaca,menghafal,mempelajari dan meng...
Postingan terbaru

HARI PERTAMA SEKOLAH YANG MENJADI KENANGAN TERINDAH

9 Cara Mengajari Anak Agar Mau Sekolah Edited by  Cermati.com  •   23 Agustus 2016 Sekolah merupakan suatu wadah yang diyakini oleh banyak orang tua sebagai tempat penyedia jasa pendidikan yang akan membentuk dan mendidik anak sehingga begitu mereka lulus, anak-anak akan dapat memberikan manfaat bagi diri mereka sendiri, keluarga, dan terutama negara. Akan tetapi, ada kabar tidak menyenangkan, banyak anak merasa tidak siap untuk belajar di sekolah karena memiliki gambaran yang tidak menyenangkan terhadap situasi lingkungan sekolah. Di saat bersamaan, orang tua berusaha bekerja mati-matian untuk dapat membiayai pendidikan anak yang kita tahu bahwa biaya pendidikan selalu naik hingga 15%. Untuk menyiapkan buah hati Anda dalam memasuki sekolah, ada baiknya Anda turut mempersiapkan mereka secara mental, tidak hanya secara finansial. Persiapan anak dari sisi mental akan mempermudah mereka untuk belajar dan beradaptasi di lingkungan baru, berkenalan dengan t...

ACARA OUTBOND DAN PORSENI YANG MENYENANGKAN

Bagi sebagian orang tua, kompetisi merupakan kata yang menakutkan. Tidak hanya memberikan tekanan untuk anak, namun juga bisa membuat mereka stres. Alhasil, beberapa orang tua mencari ‘jalur aman’. Menyatakan bahwa setiap orang adalah pemenang, dan sebisa mungkin menghindari Si Kecil dari kompetisi. Padahal, menurut para psikolog perkembangan anak, kompetisi bisa jadi hal yang baik bagi anak. Selain menyiapkan anak untuk menerima kemenangan dan kekalahan, kompetisi membantu mereka untuk mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan saat dewasa nanti. Seperti kemampuan mengambil keputusan, membangun empati dan sikap tidak mudah pantang menyerah. “Kompetisi membantu anak mempelajari bahwa yang paling pintar belum tentu menjadi yang paling sukses, tapi mereka yang bekerja keras dan gigih,” kata Timothy Gun, Psy.D, neuropsikolog anak sekaligus pendiri Gunn Psychological Services, Inc. Berikut manfaat lain dari kompetisi bagi anak: 1. Menguji batas kemampuan anak Kita tidak akan perna...

BELAJAR DAN BERMAIN BAGI PERKKEMBANGAN ANAK USIA DINI

Hal-hal Ini Harus Dihindari Agar Anak Didik Patuh Plus Sayang Pada Guru– Bagian 2 Jumat, 31 Maret 2017 13:13 WIB | dibaca : 807 | dibagikan :  0 Suasana kelas yang tertib dan tenang adalah dambaan para pendidik. Namun tentu saja semua butuh proses. Tidaklah mudah membuat anak-anak patuh pada aturan kelas dan instruksi guru. Kepatuhan para siswa pun perlu dilandasi oleh semangat yang tulus, bukan karena merasa takut atau bukan karena dibuat-dibuat. Untuk menumbuhkan kepatuhan yang tulus, guru perlu memiliki beberapa pantangan, atau perlu menghindari hal-hal yang bisa mengurangi rasa hormat siswa kepada guru. Berikut ini adalah penuturan dari Kak Zepe, yang merupakan kelanjutan dari artikel yang berjudul:  “ Hal-hal Ini Harus Dihindari Agar Anak Didik Patuh Plus Sayang Pada Guru– Bagian 1″ 4. Tidak mau memberi salam terlebih dahulu Bagaimana mau memberikan teladan keramahan yang baik, bila seorang pendidik merasa malu atau gengsi untuk memberi salam kepada ana...

Belajar OUTIMG Class di TRANS MART ..

Mengajarkan Jiwa Wirausaha Kepada Anak Melalui Metode “Learning By Doing” Jumat, 15 Desember 2017 08:07 WIB | dibaca : 999 | dibagikan :  1 Kompetisi di dunia kerja berlangsung sangat ketat. Banyak sarjana kesulitan mencari lapangan pekerjaan yang cocok dan sesuai dengan kompetensi mereka. Dunia bisnis menjadi pilihan yang cukup menjanjikan. Banyak orang mendapatkan kesuksesan bukan karena ia telah mendapatkan pekerjaan pada suatu perusahaan, namun justru ia mendapatkan kesuksesan saat ia menciptakan suatu usaha dan membuka lapangan pekerjaan. Memperkenalkan anak pada dunia wirausaha Anak-anak perlu mengenal dunia bisnis sejak usia dini. Namun tentu saja pengetahuan yang mereka dapatkan haruslah sesuai dengan kemampuan di usia mereka. Anak-anak tidak membutuhkan terlalu banyak teori. Mereka justru akan lebih banyak belajar bila mereka belajar dengan cara melakukan. Pembelajaran  “Learning by Doing”  dengan tema profesi Saat pembelajaran tema cita-citaku a...

Belajar QIROAH bersama ustadzah IIS di Sekoah Tahfidz Alquran Zamzam Rahmah

Jejak Peninggalan Nabi di Turki | ON THE SPOT (20/06/18)

kangen ingin ke Turki lagi....ya Allah swemoga bisa kembali kesana bersama keluarga...